Text
Seni Mengatasi Stres
“Halo! Apa kabarmu hari ini? Bagaimanakah perasaanmu saat ini?”
Sapa dan menyapa memang menjadi hal yang tak bisa terpisahkan dari setiap perjumpaan atau pertemuan antarinsan di muka bumi ini. Dengan sapaan tadi, aku berharap buku ini menjadi teman yang ramah untuk menemanimu di kala dirimu merasa tidak baik-baik saja.
Saat kamu tak punya telinga untuk mendengar, pundak untuk bersandar, dan hati untuk berlabuh, buku ini hadir untuk memeluk dan menemanimu. Ia akan membantu untuk mengenalkanmu dengan “teman” yang selalu ada di kehidupan dan sekitar kita. Dengan begitu, kamu bisa berdamai dengannya
Tak apa... kamu bisa menjawab sejujurnya. Tenang saja, karena aku tidak akan menghakimi atau berusaha menyudutkanmu. Bila kamu merasa sedih, galau, demotivasi¹, tertekan, atau emosi negatif lainnya, tak masalah bagi kamu untuk menerima dan mengakuinya. Hal tersebut wajar saja karena itu insani bagi setiap insan yang masih bernapas dan mengembara di dunia ini. Apa kamu sedang merasa tidak baik-baik saja, stres, dan pada akhirnya tidak dapat menahan air mata yang keluar dari kelopak matamu? Tidak apa, keluarkan saja. Kata Freud, tentu tidak baik untuk mengubur hidup-hidup emosi yang tidak terekspresikan, jadi menangislah jika itu menyembuhkanmu.
Sapa dan menyapa memang menjadi hal yang tak bisa dipisahkan dari setiap perjumpaan atau pertemuan antarinsan di dunia. Dengan sapaan tadi, aku berharap buku ini dapat menjadi teman yang ramah dan bersahabat untukmu. Dengan menyapamu, aku berharap di hari pertemuan kita ini kamu bisa menjadi merasa lebih baik dan diperhatikan, yang menunjukkan bahwa kamu adalah insan spesial di muka bumi ini.
Tidak tersedia versi lain